Manfaat Tempuyung (Jombang) Sebagai Tanaman Obat

manfaat tempuyung

Tempuyung, tanaman herbal untuk mengatasi batu ginjal hingga wasir.

Manfaat Tempuyung (Sonchus arvensis L.) – Dikenal juga sebagai tanaman Jombang atau Gempur Batu, herba ini tidak begitu terkenal sebagai tanaman obat. Maka tak heran jika sebagia besar pembaca baru mendengar nama tanaman ini. Namun jika melihat gambar bentuk tanamannya, saya yakin sebagian besar pernah melihatnya. Terutama yang kecilnya hidup di perkampungan. Tempuyung seringkali dijumpai di daerah seperti tebing-tebing, tepi saluran air, tanah lapang, perkebunan. Tumbuhan ini sangat menyukai daerah yang mendapat sinar matahari cukup. Tempuyung juga bisa hidup pada ketinggian 50-1600 di atas permukaan laut.

Tempuyung merupakan terna tahunan dengan tinggi kira-kira 0.6 sampai 2 meter. Batangnya mengandung getah berwarna putih, berongga dan bersusuk. Memiliki akar tunggang yang kuat. Tumbuhan ini memiliki dua varian, yang berdaun kecil disebut Lempung, sedangkan yhang besar disebut Rayana. Tingginya bisa mencapai 2 meter.

Daun tempuyung merupakan daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Lembaran daunnya membentuk lonjong dengan ujung yang runcing, pangkal daunnya berbentuk bentuk jantung, bagian tepi berbagi menyirip tidak teratur. Panjang antara 6 – 48 cm, lebar 3 – 12 cm, dan warnanya hijau muda. Daun yang tumbuh di bagian atas (tangkai bunga) bentuknya lebih kecil dari daun yang berkerumun di bawah. Letaknya berjauhan dan tumbuh berselang-seling.

Bunga tempuyung berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai. Mahkota bunga berbentuk seperti jarum, warnanya kuning cerah. Namun lama kelamaan akan berubah menjadi merah kecokelatan seiring dengan proses penuaan. Buahnya berbentuk kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, agak pipih, berambut halus, dan berwarna cokelat kekuningan.

Kandungan dan Khasiat Tempuyung

Tempuyung memiliki rasa yang sifatnya pahit dan mendinginkan. Walaupun begitu, batang muda dan daunnya sering dijadian sebagai lalapan. Mungkin karena orang-orang tua dulu sudah mengetahui manfaat tempuyung bagi kesehatan. Kandungan kimia yang terdapat pada tempuyung antara lain oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol.

Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

  • daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal.
  • daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988).

Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).

Manfaat Tempuyung Bagi Pengobatan Tradisional

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat antara lain seluruh tanaman. Manfaat tempuyung sebagai herbal alami adalah mengobati berbagai macam penyakit seperti:

  • batu saluran kencing dan batu empedu,
  • radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
  • disentri,
  • wasir,
  • beser mani (spermatorea),
  • darah tinggi (hipertensi),
  • pendengaran berkurang (tuli),
  • rematik gout (asam urat), memar, dan
  • bisul, luka bakar.

Cara pemakaian tempuyung sebagai obat adalah dengan merebusnya. Kemudian air rebusannya diminum. Sedangkan untuk luka luar herba tempuyung digiling atau ditumbuk halus, lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang luka. Untuk menjaga kesehatan, biasanya daun tempuyung dan batang mudanya dijadikan sebagai lalapan dengan cara dikukus atau dibuat menjadi urap (ditambahkan parutan kelapa dengan beberapa bumbu rempah).

Berikut ini adalah beberapa resp ramuan tradisional dengan bahan daun tempuyung yang sudah dilakukan sejak lama oleh nenek moyang kita untuk mengatasi berbagai penyakit, baik yang ringan maupun penyakit berat.

1. Mengobati radang payudara (mastitis)

Peradangan pada payudara seringkali terjadi pada saat haid atau setelah melahirkan. Hal ini bisa diatasi dengan merebus daun tempuyung beserta bagian lainnya secara utuh sebanyak 15 gram. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa hanya 1 gelas. Biarkan hingga dingin, kemudia airnya disaring dan diminum. Minumnya 2 kali sehari sebanyak 1/2 gelas tiap kali minum.

2. Mengobati bisul

Cuci batang dan daun tempuyung hingga bersih, kemudian ditumbuk halus. Ai perasannya digunakan untuk mengompres bisul. Sementara ampasnya ditempelkan pada bisul kemudian diikat atau diperban. Ganti beberapa kali sehari jika sudah mengering. Ramuan tersebut cukup ampuh untuk mengobati bisul.

3. Menurunkan tekanan darah

Advertisement

Jika Ada membaca artikel-artikel saya sebelumnya tentang tanaman herbal, pasti tahu bahwa ada banyak sekali ramuan herbal yang bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Salah satunya tempuyung atau jombang alias gempur batu. Caranya, daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci bersih, kukus sebentar hingga layu. Daun tersebut dijadikan sebagai lalapan, dimakan bersama nasi. Rasanya agak pahit, namun tetap enak.

4. Obat kencing batu (batu ginjal)

Kencing batu adalah istilah awam untuk penyakit batu ginjal. Meski beberapa paramedis menyataka perbedaan, yang meliputi perbedaan tempat terbentuknya batu. Namun pengobatannya bisa dilakukan dengan cara yang sama. Rebuslah 250 gram daun tempuyung kering dengan 250cc air hingga tersisa 150cc. Setelah dingin, airnya disaring dan dibagi tiga. Minum air rebusan tersebut tiga kali sehari secara teratur.

Selain ramuan di atas masih ada ramuan laing untuk meluruhkan batu ginjal. Sediakan daun tempuyung, daun alpukat, daun sawi tanah dan 2 jari gula aren. Semua bahan direbus dengan 3gelas air hingga tersisa 3/4 gelas. Setelah dingin airnya disaring dan diminum 3 kali sehari.

Cara ketiga, yaitu menggunakan 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun keji beling segar, 6 buah jagung muda, dan 3 jari gula enau. Semua bahan dicuci bersih, potong-potong kasar, lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum 3kali sehari.

5. Kurang pendengaran

Beberapa penyebab kemampuan pendengaran teliga berkurang diantaranya infeksi, terlalu lama bekerja di tempat bising, dan karena adanya trauma. Masalah tersebut bisa diobati dengan menggunakan tetesan air herba tempuyung segar. Caranya, ambil herba tempuyung segar, kemudian dicuci bersih dan dremas-remas dalam air matang hingga getahnya keluar. Gunakan air remasan tersebut untuk tetes telinga.

6. Luka bakar

Jika Anda mengalami luka bakar ringan seperti tersulut puntung rokok atau terkena arang sate, segera obati dengan ramuan daun tempuyung yang dihaluskan. Tempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau luka.

7. Mengobati memar

Luka memar akibat terpukul, terbentur benda tumpul, jatuh, dsb bisa diatasi degan herba tempuyung. Caranya,a mbil herba tempuyung kemudian dicuci bersih. Tumbuk hingga halus, peras airnya. Airnya digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang memar dan ampasnya bisa digunakan unuk membalut luka memar tersebut jika berada pada bagian tubuh yang memungkinkan.

8. Mengobati asam urat

Asam urat atau rematik gout biasanya diderita oleh para orang tua. Tapi bukan mustahil jika di usia produktif banyak orang yang sudah mengalami penyakit ini. Terutama karena menjalankan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Rebus 15-60 gram herba termpuyung segar (termasuk batang dan daun) dengan 3 geas air hingga tersisa 3/4 gelas. Minum air ebusan tersebut secara rutin 3 kali sehari.

9. Batu empedu

Sebenarnya cara meluruhkan batu empedu sama saja dengan batu binjal. Namun kita ganti takarannya menjadi 500 gram daun tempuyung kering. Seduh dengan segelas air untuk dijadikan teh herbal. Minum secara rutin 2 kali sehari saja, biar khasiatnya terasa. Jangan cuma minum sekali terus mengeluh tidak ada khasiatnya.

10. Wasir, Usus buntu, Disentri

Manfaat tempuyung yang lainya adalah sebagai pengobat wasir, disentri dan radang usus buntu. Caranya, ambil 15-60 gram lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Air rebusan tersebut diminum dua kali sehari setiap pagi dan sore. Lakukan secara rutin agar khasiatnya cepat terasa.

Oke, itu dia manfaat tempuyung bagi kesehatan dan pengobatan tradisional. Semoga bermanfaat untuk semuanya. Jagalah terus kesehatan ada dan keluarga dengan menjalankan pola hidup sehat. Kesehatan mahal harganya, lebih baik mencegah daripada mengobati. Terima kasih.

Catatan:

– Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini.

– Beberapa literasi meyebutkan bahwa daun tempuyung bisa dimanfaatkan untuk mengatasi obesitas atau kegemukan dengan cara meminum air rebusan daun ini secara teratur selama 21 hari.

Gambar Jenis-Jenis Tempuyung

Tempuyung Daun Kecil Lempeung

Tempuyung berdaun kecil disebut Lempung

Tempuyung berdaun lebar disebut Rayana

Tempuyung berdaun lebar disebut Rayana

Disetiap daerah nama tempuyung kemungkinan berbeda-beda, sehingga beberapa orang yang awam sulit untuk mengenalinya. Bahkan perbedaan jenis tumbuhan ini juga kadang punya nama yang berbeda lagi. Sebutan lain untuk tanaman ini adalah gempur batu; gempur watu; galibug; jombang; jombang lalakina; lempung; lampenas; rayana; niu she tou (Cina). Nah, apa nama tanaman herbal ini di daerahmu?

Manfaat Tempuyung (Jombang) Sebagai Tanaman Obat | Dahlia Bunga | 4.5

Leave a Reply