Gejala Malaria dan Cara Pencegahannya

nyamuk-malaria

nyamuk malaria

Malaria adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi parasit plasmodium, yang termasuk penyakit menular. Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yaitu Anopheles. Nyamuk yang menularkan penyakit malaria banyak sekali terdapat di daerah yang beriklim sedang, khususnya di Indonesia, India, dan benua Afrika. Nyamuk Anopheles menularkan Parasit plasmodium yang menyerang trombosit atau sel darah merah. Sejauh ini ada 170 jenis plasmodium namun yang termasuk parasit penyebab malaria (parasit plasmodium) ada empat jenis yang semuanya mampu menginfeksi manuasia.

Keempat plasmodium itu adalah . Plasmodium (P) malariae, P. falciparum, P. vivax, dan P. ovale. Yang paling berbahaya diantara keempat plasmodium tersebut adalah Plasmodium falciparum dapat mengancam nyawa.

Hampir sekitar 1,2 juta orang di dunia meninggal dunia, disebabkan penyakit malaria. Banyak orang yang mengira penyakit malaria sama dengan demam berdarah dengue (DBD) sebab keduanya memiliki gejala yang hampir sama dan keduannya sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun perlu diperhatikan bahwa nyamuk yang menularkan jenisnya berbeda. Demam dengue disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan visrus Dengue sedangkan Malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles yang menularkan parasit plasmodium.

Gejala Malaria

Gejala malaria hampir sama dengan gejala flu pada umumnya. Gejala malaria secara umum yaitu:

Advertisement

  • Satu, Penderita Malaria mengalami sakit kepala ; demam dan menggigil; dan nyeri otot persendian.
  • Dua, penderita malaria juga mengalami gejala malaria berupa batuk, diare, mengalami muntah dan mual.
  • Tiga, gejala malaria selanjutnya adalah adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi berulangkali.
  • Empat, terjadi warna kuning pada permukaan kulit yang disebabkan karena rusaknya sel hati dan sel darah merah atau trombosit.

Gejala Malaria secara khusus meliputi:
Setelah terkena infeksi penyakit malaria akan muncul gejala malaria (masa inkubasi) yang umumnya berkisar selama berikut:

  • Untuk Plasmodium falciparum masa inkubasi berkisar 9 sampai 14 hari
  • Masa inkubasi berkisar12 sampai 18 hari bagi Plasmodium ovale dan vivax
  • Untuk Plasmodium malariae masa inkubasi berkisar 18 sampai 40 hari untuk
  • Untuk P. knowlesi, masa inkubasi berkisar 11 sampai 12 hari

Dalam waktu tujuh hari Gejala-gejala akan muncul. Namun, jeda waktu terkena infeksi hingga muncul tanda-tanda penyakit bisa berkisar selama 8 sampai 10 bulan plasmodium vivax dan ovale.
Masa inkubasi bisa lebih lama apabila mengkonsumsi obat untuk mencegah infeksi (semisal: kemoprofilaksis) dan masa inkubasi kan lebih lama jika memiliki imunitas tinggi dari infeksi sebelumnya.

Pada banyak kasus, parasit plasmodium penyebab malaria dapat bertahan dalam tubuh manusia selama beberapa bulan. Infeksi akibat parasit plasmodium falciparum umumnya serius dan mengancam nyawa. Sehingga jika merasakan gejala tersebut, dianjurkan segeralah mengambil tindakan, seperti minta penanganan khusus sedini mungkin pada dokter.
Agar dapat terhindar dari penyakit malaria yang membahayakan cegahlah penularanya dengan cara-cara yang akan diulas berikut:

  • Satu, pencegahan malaria dapat dilakukan dengan pengasapan atau foging di wilayah-wilayah endemik malaria.
  • Dua, karena belum ada vaksin yang efektif untuk mencegah malaria maka biasanya penularannya dicegah dengan menghindari gigitan nyamuk sperti dengan menggunakan kelambu (jaring nyamuk) dan menggunakan obatanti nyamuk.
  • Tiga, konsultasi ke dokter jika kan pergi ke tempat-tempat rawan penularan penyakit malaria.
  • Empat, tidak keluar rumah di malam hari, karena penularan penyakit malaria terjadi di malam hari.

Dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menjaga nutrisi dan gizi bagi tubuh, olah raga teratur untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari penyakit malaria

Gejala Malaria dan Cara Pencegahannya | Dahlia Bunga | 4.5

Leave a Reply