Gejala Diare, Penyebab, Penanganan dan Pengobatan

diare

(Gadis cantik terkena diare – foto: duniafitnes.com)

Gejala Diare – Diare adalah keadaan dimana tekstur tinja berubah menjadi lebih encer dan lembek serta berbau lebih menyengat, dan hal itu terjadi dengan intensitas sering minimal empat kali dalam sehari semalam. Diare sendiri sebenarnya bukan suatu penyakit, namun gejala yang menunjukan reaksi ada yang salah dengan tubuh kita. Seseorang yang mengalami gejala diare biasanya akan merasakan mulas yang amat sangat pada perut. Dan karena intensitasnya yang sering, maka dapat menyebabkan tubuh seseorang kehilangan cairan hingga tubuh akan melemas. Dan apabila hal itu dibiarkan saja, dapat berakibat fatal.

Gejala diare sendiri terjadi karena adanya infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri dari makanan atau minuman yang kita konsumsi atau juga dari benda-benda yang kita sentuh yang terdeteksi kuman. Dari beberapa kasus gejala diare dikarenakan oleh:
• Infeksi karena bakteri, parasit serta virus
• Alergi dengan suatu jenis makanan dan minuman, pada bayi biasanya alergi pada fruktosa yang ada pada susu pengganti ASI
• Makan makanan yang terlalu pedas
• Mengonsumsi buah-buahan terlalu asam
• Pemanis sintetis
• Penyakit lain yang disertai oleh virus, seperti malaria dan campak.

Gejala diare sering mewabah di Negara berkembang, karena biasanya di Negara berkembang fasilitas kesehatan dan kondisi lingkungan serta penyuluhan tentang kesehatan tidak memadahi untuk berjalannya hidup sehat dan bersih. Di Indonesia sendiri, gejala diare sering disebabkan oleh bakteri yang banyak dijumpai pada makanan dan minuman yang pengolahannya kurang higienis. Bahkan bakteri sendiri umunya berasal dari tangan kita sendiri yang ketika memegang makanan untuk dimakan bakteri tersebut akan menempel pada makanan yang kita telan. Hal itu adalah salah satu cara bakteri masuk ke dalam tubuh kita secara tidak langsung. Dan masih di Indonesia, balita dan anak-anak adalah yang paling rentan terkena gejala diare.

Advertisement

Selain ditunjukkan dengan frekuensi buang air besar yang sering, gejala diare juga ditandai dengan:
• Mual sebentar sebagai tanda akan muntah
• Badan lemah karena tubuh terlalu sering mengeluarkan cairan dan nutrisi yang tidak terserap dengan sempurna
• Demam yang disebabkan karena adanya infeksi di dalam saluran cerna
• Keluarnya tinja yang disertai dengan lender dan darah

Penanganan awal perlu dilakukan pada penderita gejala diare sebelum dilakukan pengobatan yang lebih intensif. Karena penderita gejala diare akan mengalami dehidrasi pada awal dan akan terjadi seterusnya, maka penderita diharuskan untuk minum air lebih dari 8 gelas. Atau akan lebih baik apa bila dibuatkan larutan satu gelas air berukuran 200ml dicampur dengan satu sendok makan gula pasir dan setengah sendok the garam untuk menggantikan ion yang hilang dan sebagai penambah tenaga.

Sedangkan untuk pengobatan diare itu sendiri dapat dilakukan pengobatan tradisional, yakni dengan mengonsumsi jambu biji, atau daun jambu biji dikonsumsi sebagai lalap dan bisa juga memanfaatkan bunga teratai yang direbus dengan 100 cc air ditambah dengan air dari parutan jahe. Apabila pengobatan secara tradisional belum memberikan kemajuan yang signifikan, maka segeralah untuk membawa penderita ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sebenarnya gejala diare itu sendiri dapat dicegah dengan rajin mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar dan air kecil, mencuci semua bahan makanan sebelum dimasak, mencuci semua perabot dapur yang digunakan untuk memasak dan serta makan dan minum, minumlah hanya dari air yang sudah direbus, bersihkan rumah dan lingkungan sekitar dari tebaran sampah-sampah kotor.

Itulah sedikit ulasan tentang gejala diare, semoga bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel mengenai gejala tipes dan gejala demam berdarah yang perlu diwaspadai.

Gejala Diare, Penyebab, Penanganan dan Pengobatan | Dahlia Bunga | 4.5

Leave a Reply