Cara Mengobati Anemia (Kurang Darah)

Anemia atau kurang darah

Anemia atau kurang darah lebih banyak menyerang para wanita (gambar: aboutsymptomsblog.com)

Cara Mengobati Anemia (Kurang Darah) – Setiap orang tidak ingin untuk kekurangan darah merah karena akan mengganggu aktivitas sehari-hari misalnya cepat lelah. Penyakit kekurangan sel darah merah disebut dengan anemia. Dalam sel darah merah terdapat hemoglobin yang bertugas untuk membawa oksigen sehingga dapat menyalurkannya ke seluruh tubuh termasuk ke organ dalam yaitu jantung dan paru-paru. Seseorang dapat dikatakan menderita anemia jika pada laki-laki memiliki konsentrasi Hb (hemoglobin) kurang dari 13,5 g/dL, pada perempuan dengan jumlah Hct kurang dari 35% atau konsentrasi Hb kurang dari 11,5g/dL.

Tanda dan gejala pada anemia

Seseorang dapat dikatakan menderita anemia, dengan tanda dan gejala pada umumnya misalnya mudah lelah, lemah, letih, lesu, pucat dan sering mengantuk. Namun terdapat tanda dan gejala yang lainnya yaitu sebagai berikut ini:

Gejala dalam waktu lama (asimtomatik): Letargi. Memiliki nafas yang pendek dan merasa sesak terutama ketika sedang melakukan aktivitas. Kepala menjadi terasa ringan. Palpitasi. Pucat. Memiliki kekebalan tubuh yang menurun.

Tanda spesifik yaitu: Glossitis. Stomatitis. Kekuningan atau jaundis karena hemolisis dan anemia megaloblastik ringan. Splenomegali. Ulserasi pada kaki yang biasanya terjadi pada penderita anemia sikle cell. Deformitas tulang. Atrofi optik, neuropati periferm degenerasi spinal. Burton’s line atau garing biru pada gusi.

Cara Mengobati Anemia (Kurang Darah)

Sebenarnya banyak sekali ramuan tradisional warisan nenek moyang yang dibuat untuk mengatasi anemia atau kurang darah ini. Dan berikut ini ada beberapa ramuan yang paling sering digunakan di masyarakat.

Ramuan kacang hijau

Dalam pengobatannya, penderita tidak hanya mengkonsumsi obat penambah darah namun juga dapat membuat ramuan yang lainnya. Salah satunya adalah ramuan yang berbahan dasar kacang hijau. Kacang hijau mengandung banyak vitamin dan mineral yang dapat membantu untuk mengobati anemia misalnya vitamin B1, B12, B6, Niacin, riboflavin, asam panthotenat. Di dalam 100 gr kacang hijau terdapat beberapa zat yang diperlukan oleh tubuh yaitu 266 mg potasium, 27 mf kalsium, 48 mg mangan, 99 mg fosfor, 0.3 mg magnesium, 0.8 mg zinc, 1.4 mg zat besi dan selenium.

Untuk membuat ramuan kacang hijau, bahan yang diperlukan yaitu 1 cangkir kacang hijau dan 400 cc air matang. Ramuan ini hanya boleh diminum 2 kali dalam satu hari sebanyak 1 gelas untuk sekali minum.  Kacang hijau yang telah dipersiapkan dicuci hingga bersih. Tambahkan 400 cc air dan rebus hingga air yang tersisa sebanyak 100 cc. Angkat dan minum selagi hangat.

Daun Singkong

Salah satu manfaat daun singkong adalah kandungan zat besinya yang cukup tinggi. Jadi, mengkonsumsi daun singkong sangat bagus untuk menambah darah. Cara mengkonsumsinya dengan dimasak seperti biasa. Bisa ditumis, disayur atau direbus dan dijadikan lalapan. Asalkan jangan digoreng, karena kandungan gzinya akan hilang banyak.

Daun bayam hijau

Mengkonsumsi makanan yang terdiri dari 60 gr daun bayam dengan air secukupnya dan ditambah dengan 1 kuning telur ayam kampung. Makanan ini sebaiknya dimakan 2 kali dalam sehari dan dikonsumsi teratur. Selain dijadikan sebagai sayur teman makan nasi, daun bayam bisa juga dibuat jus yang dicamur dengan 1 butir kuning telur ayam kampung.

Hati ayam

Advertisement

Hati ayam sangat kaya dengan zat besi yang sangat diperlukan tubuh untuk membangun sel darah merah. Mengkonsumsi hati ayam dan 10 butir telur angsa yang direbus (dapat juga dengan cara ditim) dan dimakan 2 kali dalam sehari dan secara teratur dapat membantu mengatasi anemia.

Bayam merah

Selain makanan, Anda dapat membuat minuman yang terbuat dari daun bayam merah sebanyak 3 genggam, madu 1 sdm, air jeruk nipis 1 sdm, kuning telur ayam kampung 1 butir. Cara membuatnya yaitu: Cuci terlebih dahulu daun bayam yang telah disiapkan. Tumbuk daun bayam merah hingga halus. Masukkan kuning telur dan aduk hingga merata. Campurkan madu dan aduk merata dan minuman dapat dikonsumsi 1 kali sehari dalam waktu 1 minggu. Setelah 1 minggu pertama, konsumsi 2 kali dalam seminggu hingga sembuh.

Tanaman Jombang

Meminum minuman yang terbuat dari 15-30 gr jombang segar yang telah dicuci bersih dan kemudian ditumbuk ataupun direbus dan diperas. Air perasan tersebut dapat ditambahkan dengan air perasan jeruk nipis dan ramuan dapat diminum 1 kali sehari dan teratur hingga sembuh.

Jahe merah

Mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari jahe merah merupakan salah satu cara pengobatan anemia dengan ramuan tradisional. Sediakan 5 gram jahe merah kering yang telah dicuci dan direbus dengan menggunakan 5 gelas air matang hingga air rebusan hanya tersisa 3 gelas. Rebusan jahe merah tersebut dapat diminum 1 gelas setiap kali minum dan dapat diminum 3 kali dalam sehari.

Jus lemon dan cuka apel

Tentunya kita semua sudah mengetahui apa saja manfaat dari buah lemon. Buah ini sangat kaya akan vitamin C yang sanggup membantu penyerapan zat besi oleh tubuh menjadi lebih baik. Namun tak banyak yang tahu, perpaduan jus lemon dan cuka apel bisa dijadikan obat untuk mengatasi anemia. Campurkan jus lemon dan cuka sari apel sebanyak 2 sendok teh. Ramuan ini dapat diminum secara rutin untuk meningkatkan jumlah hemoglobin dalam tubuh.

Biji Wijen

Biji wijen memang bentuknya sangat kecil. Namun, biji-bijian yang sering menempel pada onde-onde ini ternyata punya khasiat untuk menangani anemia alias kurang darah. Untuk itu, kita akan membuat ramuan tradisional yang terdiri dari 1 sendok makan biji wijen yang dimasak hingga mendidih. Saring airnya dan tambahkan 1 sedok teh madu. Ramuan ini berkhasiat untuk meningkatkan hemoglobin.

Tempe Kedelai

Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang sudah mendunia. Makanan berbahan baku kedelai ini memiliki nilai gizi yang sangat tinggi, sampai-sampai dinobatkan sebagai superfood murah.Di Eropa dan Jepang, beberapa restoran menyajikan tempe sebagai menu spesial dengan harga mahal. Karena kandungan gizi itulah, tempe dijadikans ebagai salah satu obat tradisional untuk mengatasi anemia. Caranya dengan mengkonsumsi tempe secara rutin minimal 200 gram per minggu. Tempe bisa diolah dengan cara dikukus atau disayur, tapi jangan digoreng.

Kunyit

Kunyit merupakan bagian tak terpisahkan dari ramuan tradisional warisan nenek moyang. Seolah-olah rimpang yang satu ini mempunyai berjuta khasiat. Jika anda mengikuti setiap artikel di blog ini, maka setiap ada info mengenai cara pengobatan tradisional, maka di sanalah ada kunyit sebagai bahan utamanya. Sebagai contoh, yang terbaru dalam artikel tentang obat amandel dan juga cara mengobati flu. Untuk mengobati anemia, ambil rimpang kunyit sebesar telunjuk, cuci bersih, parut, beri sedikit air, lalu peras. Kocok satu butir kuning telur ayam kampung, beri air kunyit dan 1 sendok makan madu, aduk lalu minum.

Lempuyang Wangi

Lempuyang wangi merupakan salah satu tanaman yang diambil rimpangnya, seperti jahe, kunyit dan lengkuas. Seperti tanaman lain sejenisnya, tanaman ini juga sangat bermanfaat bagi dunia pengobatan tradisional. Salah satu khasiatnya adalah dapat mengobati kurang darah atau anemia. Caranya, ambil 3 jari lempuyang wangi, cuci bersih kemudian parut. Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Saring airnya lalu tambahkan sedikit gula aren. Aduk lalu minum sekaligus.

Nah, itu dia beberapa cara mengobati anemia alias kurang darah menggunakan bahan-bahan alami. Ramuan tradisional untuk menambah darah ini merupakan warisan dari nenek moyang.

Cara Mengobati Anemia (Kurang Darah) | Dahlia Bunga | 4.5

Leave a Reply